Rabu, Februari 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Headline

Minim Moda Transportasi ke Kupang, Rujukan Pasien Gunakan Tol Laut

LembataNews by LembataNews
Oktober 6, 2025
in Headline, Humaniora, Travel
0
Para penumpang menggelar tikar di bagian belakang kapal untuk dijadikan tempat tidur karena tidak kebagian tempat tidur di dalam KMP Sabuk Nusantata 108 dalam pelayaran dari Lewoleba - Kupang, Senin, 6 September 2025.

Para penumpang menggelar tikar di bagian belakang kapal untuk dijadikan tempat tidur karena tidak kebagian tempat tidur di dalam KMP Sabuk Nusantata 108 dalam pelayaran dari Lewoleba - Kupang, Senin, 6 September 2025.

0
SHARES
51
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – SEORANG anak perempuan terbaring lemah penuh luka di wajah dan tangan. Ia korban kecelakaan yang dirujuk untuk mendapatkan perawatan di Kupang. 

Ia menumpang ambulans dan setibanya di Pelabuhan Laut Lewoleba, Senin, 6 Okober 2025 pagi itu, ia diturunkan dari ambulans dan ditandu menaiki tangga KMP Sabuk Nusantara 108, salah satu kapal Tol Laut, program peninggalan Presiden Joko Widodo yang kini masih setia melayani rute, Lewoleba, Menanga (Flores Timur), Naikliu (TTS), Kupang.

Related posts

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Februari 2, 2026
Forum Jurnalis Lembata saat menyerahkan talih asih kepada penghuni Ponpes Al-Fatah Waowala.

Dari Bekas Kandang Ayam, Pondok Pesantren Al-Fatah Waowala Membentuk Akhlak Anak Bangsa

Februari 2, 2026

Selain pasien rujukan yang dirujuk menggunakan Tol Laut, tampak pula sejumlah pejabat pimpinan dinas/badan dari Lembata harus menumpang Tol Laut dan kapal ferri untuk ke Kupang pasca penerbangan ke Lembata yang tak tentu. 

Pada 12 Oktober 2025 nanti, Kabupaten Lembata memperingati 26 tahun Otonomi Daerah (Otda). Indonesia pun telah merdeka dalam usianya yang ke-80 tahun. Sayangnya, masyarakat yang tinggal di daerah 3T (termiskin, tertinggal, dan terluar) seperti Kabupaten Lembata belum sepenuhnya merdeka. Akses transportasi yang seharusnya kian hari kian dipermudah, ternyata masih belum sesuai harapan. 

Jika selama ini Lembata dilayani moda transportasi udara dan laut, namun belakangan jalur penerbangan tak lagi selancar dulu. Lebih banyak cancel-nya. Penyebabnya, erupsi Gunung Api Ile Lewotolok.  

Jika lancar, biasanya Lembata yang dilayani perusahaan penerbangan Wings Air di bawah naungan Lion Air, melayani tiga kali penerbangan setiap minggu. Yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Namun sejak Ile Lewotolok rutin meletus, Wing Air lebih banyak cancel-nya daripada lancarnya.

Selain itu, jalur laut yang sebelumnya begitu lancar, kini pun tak sebaik itu. Kapal cepat Chantika Express yang pernah melayani rute Kupang-Lewoleba-Larantuka pergi pulang seminggu dua kali, kini telah hengkang. Khabarnya, armada laut ini sudah pindah ke Halmahera Utara. Sementara kapal Pelni seperti KM Umsini sudah tak lagi berlayar sejak terbakar di Makassar. Kapal penggantinya KM Tidar yang dua minggu sekali masuk Lewoleba pun kini masuk doking. Kapal ferri pun setali tiga uang. Sudah tak serutin dulu lagi melayani akses penumpang dan barang dari Leeoleba ke Kupang.

Lembata seperti kembali ke tahun 1980-an. Transportasi kembali menjadi kendala pergerakan arus penumpang dan barang keluar dari Lembata. 

Anggota Komisi 2 DPRD Lembata Jhon Batafor sangat menyayangkan minimnya akses transportasi dari dan ke Lembata ini. Ada sejumlah tamu asing yang hendak ke Lembata terpaksa pulang ke negara asalnya, setelah di-cancel penerbangan ke Lembata tiga kali. 

Menurutnya, kehadiran kapal ferri di bawah pengelolaan PT ASDP dan kapal-kapal Tol Laut di bawah pengelolaan PT Pelni memang menjadu alternatif utama masyarakat. 

“Pemerintah harus segera ambil langkah menyikapi situasi ini. Penerbangan ke Lembata yang sering cancel sangat merugikan. Kemarin tamu saya tiga orang terpaksa pulang ke negaranya setelah di-cancel tiga kali,” kata Jhon Batafor.

Menurutnya, sulitnya moda transportasi ke Lembata harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Lembata. Pemerintah harus memperjuangkan kapal cepat untuk menggantikan transportasi udara yang kian tak jelas saat ini. 

Kendala transportasi ini tidak saja berdampak pada terhambatnya arus barang dan penumpang. Tetapi juga menghambat pertumbuhan sektor ekonomi dan arus masuknya wisatawan ke Lembata.

Menumpang KM Sabuk Nusantara 108 mengingatkan kembali kenangan saat kuliah dulu. Berdesakan dengan penumpang lain, berada di antara himpitan barang bawaan para penumpang. Menikmati alunan gelombang laut yang kadang menyenangkan, namun kadang pula memabukkan. Namun, semua itu harus dinikmati untuk bisa mengarungi lautan menuju dermaga impian. Dari Pelabuhan Laut Lewoleba, singgah sebentar di Pelabuhan Menanga di Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur. Beristitahat dan menjejakan kaki sejenak di pulau penuh cendana, yang wanginya kini sudah tak lagi tercium, untuk kemudian melanjutan perjuangan menghadapi ganasnya Laut Sawu menuju Pelabuhan Naikliu di Kabupaten TTS dan kemudian mengakhiri petualangan di Pelabuhan Tenau, Kabupaten Kupang. 

Lalu bagaimana nasib para penumpang pasirn rujukan? Berbekal obat, tabung oksigen, dan petugas medis yang mendampingi, mereka ditempatkan di kamar yang ada dan mendapatkan perawatan di sana. Ketika 4 jam KM Sabuk Nusantara 108 berlabuh di Pelabuhan Menanga, para pasien tetap dalam pengawasan tim medis pendamping. 

Penumpang pun berjubel. Banyak penumpang yang tak kebagian tempat tidur di dek yang menyiapkan tempat tidur, tampak berhimpitan bersama barang bawaan di lorong dan koridor kapal. Panas terik Pulau Solor seakan tak menyurutkan semangat penumpang Tol Laut ini. Setiap inci dek kapal tak terlewatkan. Barang dan penumpang berdampingan sebelah menyebelah. 

Hingga pukul 16.00 saat tali tambat kapal dilepas dari Dermaga Menanga, masih banyak penumpang yang tak kebagian tempat dan harus rela berdesakan. Rela tidur hanya bersandar pada dinding besi kapal, asal dermaga impian bisa dicapai. Malam menggelayut mengantar mimpi para penumpang menuju Pelabuhan Naikliu di Kabupaten TTS. (Tim LembataNews)

Previous Post

PLN Dorong Interkoneksi ASEAN Power Grid untuk Akselerasi Transisi Energi Bersih

Next Post

Dekatkan Akses Kesehatan, PLN Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Ring 1 PLTP Ulumbu

Next Post
PLN menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi warga Ring 1 pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5–6 di Mano, Desa Mocok, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 3 Oktober 2025.

Dekatkan Akses Kesehatan, PLN Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Ring 1 PLTP Ulumbu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Manajer, tim pelatih, dan official Tim Persebata foto bersama para pemain merayakan kemenangan usai laga.

Dipastikan Lolos ke Babak 16 Besar, Skuad Persebata Lembata Siap Melaju Tanpa Beban

9 bulan ago

Latvia Alami Ketimpangan Gender, Perempuan 80 Ribu Lebih Banyak dari Laki-laki

1 bulan ago
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) mengadakan sosialisasi pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk pekerjaan drilling Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko (2x10 MW) kepada masyarakat Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, NTT, Rabu, 20 Agustus 2025.

Sosialisasi Drilling PLTP Mataloko, PLN Paparkan Mekanisme Pemanfaatan Air Sungai Tiwu Bala dalam Proyek Geothermal

5 bulan ago
Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Lembata menyita dokumen proyek di Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Lembata usai melakukan penggeledahan, Senin, 20 Oktober 2025.

Terkait Proyek Jalan Pahangwaq, Jaksa Geledah dan Sita Dokumen di Tiga Lokasi

4 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Puspa Kecam Perlakuan Tak Manusiawi pada Anak di Bawah Umur di Desa Normal 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Temuan Inspektorat Belum Ditindaklanjuti, Masyarakat Peduli Desa Roma Tuntut Kades Roma Dinonaktifkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In