LEWOLEBA – MENYADARI perempuan sebagai salah satu penentu kemenangan dalam perhelatan politik dan tidak sekadar pelengkap politik maka Partai NasDem menggelar pendidikan politik untuk perempuan Lembata, kader NasDem. Perempuan NasDem harus menjadi cantik secara politik.
Pendidikan politik perempuan NasDem bertajuk Beauty and Shining, Perempuan dan Politik digelar di aula Kuma Resort, Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Sabtu, 27 September 2025.
Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai NasDem Lembata saat membuka kegiatan mengatakan, perubahan itu akan terjawab ketika proaktif untuk memvalidasi politik bersama.
“Keindaham Tuhan itu terpatri pada perempuan. Hari ini telah terjawab mewujudkan masyarakat Lembata yang maju dari sisi ekonomi sosial dan politik,” kata Wabup Muhammad Nasir.
Menurutnya, jawaban Partai NasDem sebagai rumah besar politik restorsi dan kekuatan terbesar Partai NasDem adalah perempuan.
Kerangka acuan kerja mewujudkan semua itu adalah 5 W + 1 H. Semua bertanya siapa, bgaimana, kapan dan apa yang hjarus dibuat. Karena sungguh perempuan itu lebih peduli pada keputusan yang berkeadilan sosial. Perempuan tidak hanya pilar kecantikan tetapi menjadi pilar keadilan sosial politik.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Wilhelmus W Making dalam arahannya menjelaskan keterlibatan perempuan di panggung politik mendapat tantangan baik di tingkat lokal dan nasional oleh karena budaya patriaki juga minim dukungan dari perempuan lain.
“Kegiatan hari ini menjadi sebuah kebutuhan Partai NasDem keterlibatan perempuan menjadi kebutuhan sebab perempuan itu spirit perubahan. Pendidikan politik perempuan oleh Partai NasDem adalah kebutuhan,” Tegas Willy Making.
Mantan Ketua Api Reinha ini meminta agar peserta yang hadir mengikuti kegiatan ini dengan baik agar menjadi bekal dalam berpolitik.
Ia menegaskan, oleh karena dukungan terhadap figur perempuan di panggung politik oleh perempuan itu sendiri maka kegiatan hari sebagai jalan meningkatkan keterlibatan perempuan dalam politik
Lebih jauh Willy menegaskan, sistem pemilu yang menganut proporsional terbuka mengakibatkan beban elektoral partai dibebankan kepada figur atau calon. Secara nasional Partai NasDem dipilih oleh masyarakat karena alasan ideologi partai hanya 11 persen.
Sementara itu, Ririn Abdulgani, kader perempuan NasDem dari Kecamatan Lebatukan mengatakan, perempuan NAsDem harus berjuang. Menurut dia, kalau tiga orang perempuan NasDem duduk di Peten Ina (DPRD Lembata),maka perempuan akan sejahtera.
“Mama saya calon DPRD perempuan dari NasDem tapi gagal karena suara sumbang bilang perempuan ke DPRD mau buat apa,” tegas Ririn.
Ia berharap, melaluu kegiatan oendidikan politik perempuan yang dihgelar Partai NasDem ini perempuan Lembata bisa berjuang membawa suara perempuan Lembata di Peten Ina agar suara perempuan bisa didengar dan diperjuangkan.
“Perkuat kader perempuan NasDem untuk bisa duduk di Peten Ina,” tutup Ririn. (Tim LembataNews)








