Rabu, Februari 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Headline

Bertemu Wisatawan Mancanegara, Bupati Kanis Tuaq Dengar Masukan untuk Pembenahan Pariwisata Lembata

LembataNews by LembataNews
September 16, 2025
in Headline, Humaniora, Travel
0
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq saat berdiskusi dan mendengarkan masukan dari wisatawan mancanegara di ruang kerjanya, Selasa, 16 September 2025.

Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq saat berdiskusi dan mendengarkan masukan dari wisatawan mancanegara di ruang kerjanya, Selasa, 16 September 2025.

0
SHARES
40
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lembata terus berupaya melakukan pembenahan pada destinasi wisata. Untuk menjajaki kerja sama dan upaya pembenahan destinasi wisata dan menjadi daya tarik kunjungan, Pemkab Lembata tak segan-segan berdiskusi ddan mendengarkan masukan langsung dari wisatawan mancanegara yang tengah berada di Lembata. 

Bertempat di ruang kerja Bupati Lembata, Selasa, 16 September  2025, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq bertemu wisatawan mancanegara dari berbagai negara, di antaranya dari Polandia, Prancis, dan Rusia. 

Related posts

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Februari 2, 2026
Forum Jurnalis Lembata saat menyerahkan talih asih kepada penghuni Ponpes Al-Fatah Waowala.

Dari Bekas Kandang Ayam, Pondok Pesantren Al-Fatah Waowala Membentuk Akhlak Anak Bangsa

Februari 2, 2026

Di hadapan Bupati Kanis Tua, para wisatawan mancanegara secara jujur mengemukakan sejumlah kendala yang mereka hadapi selama berada di Lembata, di antaranya sukitnya akses transportasi, akses informasi terutama terkait destinasi wisata yang ada di Lembata, juga kurangnya promosi tentang Lembata. 

Ammy, wisatawan asal Prancis mengatakan, yang unik di Lembata adalah semuanya masih natural, baik masyarakatnya, maupun destinasi wisatanya. 

Menurut dia, keaslian itu yang membedakan Lembata dengan Bali, sehingga ia berhatap, keaslian itu harus tetap dipertahankan agar menjadi daya tarik. 

“Jangan lagi ubah mengikuti Bali, karena jika sama dengan Bali maka wisatawan akan lebih memilih berada di Bali. Lembata potensi wisatanya sangat banyak hanya belum ada orang yang maping semua itu secara baik,” kata Ammy. 

Hal senada juga diungkapkan Graham. Ia meminta agar Lembata semakin dikenal di dunia luar, perlu diproduksi video destinasi wisata yang ada du Lembata. 

Menurut dia, wisatawan mancanegara sudah bisan berada di Bali karena sudah terlalu banyak wisatawan di sana. Sehingga, para wisatawan mencari destinasi baru yang masuh natural termasuk Lembata. 

Ia juga menyoroti persialan sampah yang belum dikelola secara baik. Dari pengamatannya, tidak hanya anak-anak yang membuang sampah di sembarang tempat, tetapi juga orang tua. 

Sementata itu, Juliet, wisatawan dari Polandia mengakui bahwa akses informasi, transportasi ke Lembata masih sangat minim. 

Menurut dia Lembata belum dikenal karena kurangnya publikasi dan promosi tentang Lembata. 

“Perlu informasi yang go internasional,” harapnya dan menyarankan agar perlu memasukan semua destinasu wisata Lembata dalam google map agar mudah diakses. 

Ia bahkan memuji erupsi beruntun Ile Lewotolok yang bisa menjadi daya tarik. Ada wisatawan yang hanya mau ke Lembata untuk menyaksikan erupsi Ile Lewotolok. 

Illya, wisatawan lainnya mengusulkan agar pemerintah menyiapkan papan informasi di bandara, dan pelabuhan.

Menurut dia, hanya penangkapan ikan paus yang menjadu ikon pariwisata di Lembata. Destinasi lainnya hanya meruoakan tambahan. 

Hanya saja, lanjut dia, wisatawan datang tidak saja menyaksikan paus dibunuh, tetapi mereka juga ingin menyaksikan atraksi paus. 

Perlu pula dibangun patung paus, dan lokasi yang menyajikan kerangka paus secara utuh. 

Ia juga menyoroti perjalanan panjang ke Lembata. Biasanya, kata dia, wisatawan hanya berlibur selama sepekan. Namun, waktunya dihabiskan dalam perjalanan. 

“Wisatawan itu maunya langsung ke titik utama kunjungan. Mereka tidak betah berlama-lama di destinasi yang bukan tujuan utama,” katanya. 

Menanggapi masukan para wisatawan, Bupati Kanis Tuaq sangat berterima kasih. Ia berjanju akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk membenahi sejumlah hal sesuai masukan yang sudah disampaikan. 

Terkait akses transportasi, pihaknya akan membangyn sejumlah pelabuhan rakyat, termasuk di Waijarang. 

“Kami akan bangun koordinasi dengan maskapai Susi Air untuk buja rute Ende-Lewoleba. Pemerintah akan subsidi,” katanya. 

Ia bahkan menawarkan wisatawan untuk menginap gratis di Bukit Cinta memanfaatkan kamar-kamar yang sebelumnya dibangun untuk los kios di Bukit Cinta. 

Ia berharap, dengan menyiapkan penginaoan gratis di sana, bisa membuat wisatawan betah dan akan lebih lama tinggal di Lembata. 

“Kalau mereka lama tinggal di Lembata, maka pasti mereka belanja makan minum. Walau pemerintah belum daoat apa-apa, tapi setidaknya ada uang yang beredar di masyarakat,” kata Bupati Kanis Tuaq. 

Dalam diskusi yang dipandu Jhon Batafor, anggota Fraksi Partai NasDem, tampak hadir pula Rahman Abdurahman yang juga anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Lembata. Hadir pula pegawai dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lembata. (Tim LembataNews) 

Previous Post

Gerakan Menanti Hujan, Bupati Lembata Turun Langsung Bersihkan Kali Wangatoa

Next Post

Jelang HUT ke-26 Otda Lembata, Pemda Gelar Lomba Titi Jagung antar-OPD

Next Post
Petrus Kanisius Tuaq, Bupati Lembata tampak sedang titi jagung saat masih menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata.

Jelang HUT ke-26 Otda Lembata, Pemda Gelar Lomba Titi Jagung antar-OPD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Stan UMKM peserta pameran Festival Lamaholot dari Flores Timur yang kursinya dirampas vendor dan disampingnya seorang bule duduk santai menikmati minuman, dan kursinya tak diambil vendor Festival Lamaholot di Pantai Wulenluo, Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Memalukan, Festival Lamaholot tak Menjunjung Tinggi Etika Kelamaholotan dan Sapta Pesona

1 tahun ago
PT PLN (Persero) memberikan bantuan untuk mendukung pembangunan rumah ibadah di sekitar wilayah pengembangan PLTP Mataloko.

PLN Peduli Dukung Pengembangan Rumah Ibadah di Lingkungan PLTP

1 tahun ago
Bupati Lembata P Kanisius Tuaq dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan didampingi Kadis Perikanan dan Ketua Komisi 3 DPRD Lembata Rahman Abdurahman audiensi dengan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Senin, 22 Desember 2025.

Bertemu Dirjen Perikanan Tangkap, Pemkab Lembata Pastikan Lokasi Kampung Nelayan Tahun 2026

1 bulan ago
Aksi seribu rupiah untuk Meysa Chatelin Witak, siswi SMPN 1 Nubatukan yang jadi korban penyiraman air keras. Aksi digelar kelompok masyarakat yang peduli di perempatan Pasar TPI Lewoleba, Selasa, 15 Oktober 2025 sore hingga malam.

Pemerintah Lembata Didorong Percepat Bantu Penanganan Korban Penyiraman Air Keras

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Puspa Kecam Perlakuan Tak Manusiawi pada Anak di Bawah Umur di Desa Normal 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Temuan Inspektorat Belum Ditindaklanjuti, Masyarakat Peduli Desa Roma Tuntut Kades Roma Dinonaktifkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In